Xbox dan PlayStation 6 (PS6) Kemungkinan Rilis Tahun 2028, Microsoft Akan Mengakuisisi Activision Blizzard!

Dapat Kabar – Dalam dokumen yang dikirimkan kepada Komisi Perdagangan Federal AS (Federal Trade Commission/FTC), Microsoft, raksasa teknologi dunia, mengumumkan rencana peluncuran konsol terbaru Xbox dan PlayStation 6 (PS6) pada tahun 2028 mendatang.

Tidak hanya itu, Microsoft juga tengah berusaha untuk mengakuisisi Activision Blizzard, perusahaan game di balik kesuksesan game “Call of Duty”. Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa jika proses akuisisi ini berhasil, seri game tembak-menembak “Call of Duty” tetap akan dirilis untuk konsol PlayStation selama sepuluh tahun ke depan.

Dalam keterangan resmi, Microsoft memprediksi bahwa konsol Xbox dan PlayStation 6 (PS6) yang baru akan diluncurkan pada tahun 2028. Hal ini berarti game first-person shooter (FPS) yang populer tersebut juga pasti akan tersedia di konsol generasi mendatang dari Sony.

“Komitmen selama sepuluh tahun ini akan melampaui masa peluncuran awal konsol generasi berikutnya pada tahun 2028,” ungkap Microsoft dalam dokumen tersebut. “Dengan demikian, seri ‘Call of Duty’ akan tetap dirilis di konsol PlayStation terbaru, asalkan ada game yang dirilis selama periode kesepakatan tersebut,” lanjut pernyataan dalam dokumen tersebut.

Perkiraan Microsoft ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari Sony. Dikabarkan sebelumnya bahwa Sony tidak berencana meluncurkan konsol baru sebelum tahun 2027. Perusahaan game asal Jepang tersebut juga menyatakan bahwa pada tahun tersebut, konsol PlayStation terbaru tidak akan mendapatkan seri “Call of Duty” atau game lainnya dari Activision.

Awalnya, Microsoft hanya menjanjikan perilisan game Activision di PlayStation hingga tahun 2027. Namun, seperti yang terungkap dalam dokumen, Microsoft kini memperpanjang kesepakatan tersebut hingga tahun 2028, satu tahun lebih lama dibandingkan perkiraan Sony.

Jika perkiraan Microsoft terbukti benar, artinya konsol Xbox dan PS6 baru akan meluncur delapan tahun setelah hadirnya Xbox Series X/S dan PS5 di pasaran pada tahun 2020 lalu. Sebagai perbandingan, konsol PS4 dan Xbox One diluncurkan pada tahun 2013, sehingga memiliki usia satu tahun lebih pendek dibandingkan Xbox Series X/S dan PS5.

Menarik untuk dicatat bahwa Microsoft telah berupaya mengakuisisi Activision Blizzard sejak Januari tahun lalu dengan nilai transaksi mencapai 68,7 miliar dolar AS atau setara dengan 986 triliun rupiah. Meskipun demikian, hingga saat ini proses akuisisi tersebut masih berjalan lambat dan mengalami kendala persetujuan dari pemerintah Inggris, khususnya dari Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (Competition & Markets Authority/CMA) pada bulan April tahun ini.

Kendala ini terjadi karena pembelian tersebut dianggap dapat mengganggu persaingan dalam pasar cloud gaming yang sedang berkembang pesat di Inggris. Namun, Microsoft akan mengajukan banding atas keputusan CMA tersebut.

Di sisi lain, Uni Eropa memberikan lampu hijau kepada Microsoft pada bulan Mei lalu setelah perusahaan tersebut menawarkan solusi cloud gaming sebagai upaya untuk mengatasi masalah anti-monopoli.

Dengan solusi cloud gaming, para pengguna dapat memainkan game dari Activision Blizzard secara streaming melalui berbagai platform. Saat ini, Microsoft sedang menghadapi FTC (Federal Trade Commission) yang berencana untuk menghentikan sementara proses akuisisi ini guna meninjau kepatuhannya terhadap undang-undang anti-monopoli Amerika Serikat.

Apabila proses akuisisi ini berhasil, Sony menegaskan bahwa mereka akan merahasiakan informasi seputar konsol PS6 dari Activision. Hal ini berarti fitur-fitur unik yang ada pada konsol tersebut tidak akan sepenuhnya diimplementasikan dalam game terbaru Activision. Informasi ini diperoleh dari GamesRadar yang dikutip oleh KompasTekno pada Minggu, 25 Juni 2023.

Sumber : kompas.com