Trinity Test: Ledakan Mematikan yang Meninggalkan Jejak Kelam di Tularosa Basin

Dapat Kabar – Pada 16 Juli 1945, dunia menyaksikan momen yang menakutkan ketika uji coba bom atom pertama di dunia, dikenal dengan nama Trinity Test, dilakukan tanpa sepengetahuan warga di Tularosa Basin, New Mexico. Ledakan dahsyat itu mengguncang kehidupan mereka dan meninggalkan dampak buruk yang tak terlupakan.

Bom atom yang diuji coba memiliki kekuatan mengerikan, setara dengan 20 kiloton TNT, dan menyemburkan awan jamur setinggi 12 kilometer yang menutupi daerah sekitarnya dengan debu berbahaya. Warga setempat, termasuk Tina Cordova yang tinggal hanya 72 kilometer dari titik nol, mengingat kehadiran debu neraka yang harus dihadapi neneknya. Mereka tak menyadari apa yang terjadi, namun ledakan itu memberikan perasaan luar biasa bagi mereka. Bahkan seorang wanita buta dilaporkan melihat kecerahannya.

Setelah guncangan awal mereda, warga kembali beraktivitas, tidak menyadari bahaya yang mereka alami. Mereka minum dari tangki penuh radioaktif, makan daging sapi dari ternak yang memakan debu beracun selama berminggu-minggu, dan menghirup udara penuh dengan partikel plutonium. Dampak nyata baru terasa kemudian.

Bernice Gutierrez, yang lahir delapan hari setelah “Trinity Test“, pindah ke Albuquerque saat berusia 2 tahun. Kanker menjadi kenyataan menakutkan bagi dirinya. Hampir 21 anggota keluarganya menderita kanker, dan tujuh dari mereka meninggal akibatnya. Kanker menghantuinya seperti bayangan sepanjang hidupnya.

John Greenwood, lahir di Alamogordo, New Mexico pada tahun 1947, tinggal dekat situs Trinity Test. Paparan radiasi mengikutinya selama bertahun-tahun hingga akhirnya ia didiagnosis menderita kanker usus besar pada tahun 2008. John dan keluarganya berjuang untuk hidupnya, dengan biaya pengobatan yang menguras sumber daya mereka. Ia meninggal pada tahun 2012, menjadi anggota ketiga belas dari keluarganya yang meninggal karena kanker sejak uji coba Trinity.

Meskipun data radiasi terbatas dari tim Oppenheimer dan kurangnya informasi tentang tingkat kanker dan kebiasaan sehari-hari pada saat itu, satu hal menjadi jelas. Setelah ledakan Trinity, angka kematian bayi di seluruh negara bagian New Mexico meningkat tajam, mencapai 56 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu kemudian kembali normal, namun anomali statistik ini tetap menjadi cerita kelam dalam sejarah.

Trinity Test telah meninggalkan jejak kelam di Tularosa Basin dan menyisakan trauma dan kesengsaraan bagi penduduknya. Meskipun perkembangan teknologi telah membawa manfaat besar bagi umat manusia, tetapi peristiwa ini mengingatkan kita akan konsekuensi tragis dari pengujian senjata nuklir dan pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita untuk menghargai kehidupan dan melindungi bumi dari segala ancaman destruktif.

Sumber : detik.com