Setelah Santap Hidangan Utama Ingin Makanan Manis, Kenapa?

Dapat Kabar – Sebagian orang mungkin pernah mengalami masih ingin makanan manis, meski baru saja menyantap hidangan utama yang lezat dan mengenyangkan. Mengapa bisa terjadi demikian? 

Profesor pediatri dan kepalal Divisi Kedokteran Perilaku di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Biomedis Jacobs di University at Buffalo di New York, Len Epstein menyebut jawabannya adalah variasi. 

“Salah satu alasan mengapa orang berhenti makan adalah karena mereka bosan. Mereka sudah memakannya dan tidak ada rangsangan lagi,” kata Epstein. 

“Tetapi jika memasukkan rasa, aroma, atau bahkan tekstur baru ke dalam campuran, mudah untuk mengatasi perasaan kenyang itu,” paparnya lagi. 

Melansir Live Science, Selasa (8/8) fenomena ini disebut rasa kenyang khusus sensorik. Kondisi tersebut dapat dialami seseorang ketika minatnya pada makanan tertentu menurun, karena mereka telah memakannya berulang kali, membuat jenis makanan baru menjadi lebih menarik. 

Sebagai contoh, dalam percobaan tahun 2011 yang dipimpin oleh Epstein, 32 wanita diminta untuk memakan makaroni dan keju lima kali dalam satu minggu atau seminggu sekali selama lima minggu. 

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa wanita yang diminta makan makaroni dan keju setiap hari makan lebih sedikit daripada wanita yang diberikan makanan tersebut seminggu sekali. 

Akan tetapi, dalam studi terpisah yang dipublikasikan pada tahun 2013, Epstein melakukan penelitian yang membagi 31 anak menjadi 3 kelompok. 

Kelompok terbagi menjadi yang menerima makaroni dan keju yang sama selama lima hari, kelompok lain yang diberi merek makaroni dan keju yang berbeda, dan kelompok terakhir yang diberi berbagai makanan padat energi, seperti nugget ayam dan burger keju.

Hasilnya, anak-anak dengan beragam pilihan mengonsumsi lebih banyak daripada anak-anak yang hanya ditawari makaroni dan keju. 

Hal ini juga terjadi ketika orang dihadapkan pada makanan penutup manis setelah makan asin. 

“Anda bisa terus memberikan makanan baru dan membuat orang terus makan sampai mereka tidak bisa makan lagi. Itulah salah satu alasan mengapa orang makan lebih dari yang seharusnya,” terang Epstein.

Sumber: Kompas