Peraturan Baru Baterai Gadget di Eropa Harus Bisa Copot-Pasang!

Dapat Kabar – Tahun lalu, Komisi Uni Eropa (UE) telah menyetujui aturan yang mengharuskan penggunaan port pengisian daya USB-C tunggal pada perangkat elektronik yang dijual di Eropa. Namun, kini pemerintah telah mengajukan aturan baru yang mewajibkan baterai gadget untuk dapat diganti dengan mudah.

Para anggota parlemen Eropa sedang menggelar diskusi yang menuntut agar vendor smartphone memasang komponen baterai gadget yang dapat dilepas. Artinya, baterai yang dimaksud adalah jenis baterai lepasan yang bisa diganti dengan yang baru.

Aturan baru ini tentunya akan menimbulkan tantangan bagi sebagian besar vendor gadget dan smartphone yang menjual perangkat mereka di wilayah Eropa. Sebagaimana yang diketahui, kebanyakan ponsel saat ini menggunakan baterai dengan sistem tanam.

Baterai tanam dianggap lebih menguntungkan karena memberikan desain perangkat yang lebih ramping. Di sisi lain, baterai lepasan membutuhkan kerangka plastik khusus agar dapat dipisahkan dari bagian mesin ponsel. Hal ini membuat perangkat terlihat lebih tebal.

Selain faktor desain, baterai tanam juga memiliki keunggulan dalam mencegah terjadinya kebocoran baterai dan memberikan performa yang lebih tahan lama. Teknologi penyimpanan seperti Lithium Ion (Li-ion) dan Lithium Polymer (Li-po) yang digunakan pada baterai tanam memungkinkan ponsel untuk bertahan lama setelah sekali pengisian daya.

Namun, menurut Uni Eropa, penggantian baterai tanam dengan baterai lepasan akan mengurangi dampak limbah industri. Menurut pernyataan yang diterbitkan oleh European Parliament News, pemerintah setempat ingin industri teknologi bertanggung jawab terhadap penggunaan baterai.

Kebijakan ini sejalan dengan undang-undang daur ulang yang bertujuan untuk meminimalkan penggunaan logam mulia dalam baterai daur ulang, mengurangi jejak karbon, serta memperketat target pengumpulan limbah.

“Apa yang kami lakukan adalah untuk memberikan manfaat bagi konsumen, seperti baterai yang berfungsi dengan baik, lebih aman, dan mudah diganti,” jelas Achille Variati, seorang anggota Parlemen Eropa dari kelompok aliansi Sosialis dan Demokrat.

“Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat industri daur ulang di Uni Eropa, terutama dalam penggunaan litium dan sektor industri secara keseluruhan,” tambah Variati.

Dengan aturan baru ini, diharapkan industri teknologi dapat beradaptasi dan memberikan solusi inovatif untuk memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Uni Eropa demi keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan pengguna.

Sumber : kompas.com