Pekerja Kantoran Tanpa Sadar Jalani Gaya Hidup Sedentary

Dapat Kabar – Pekerja kantoran disebut kerap menjalani gaya hidup sedentary (sedentary lifestyle). Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, gaya hidup sedentary mengacu pada jenis aktivitas di luar jam tidur dengan karakteristik mengeluarkan kalori yang sangat sedikit. 

Tingkatan kebiasaan ini terbagi berdasarkan durasi waktu. Untuk level rendah berada di durasi waktu kurang dari 2 jam. Sementara level menengah dalam durasi 2-5 jam. Adapun level tinggi gaya hidup sedentary durasinya lebih dari 5 jam. 

Tanpa disadari, gaya hidup ini terjadi di kalangan pekerja kantoran. Sebab mereka menghabiskan waktu selama 8 sampai 10 jam per hari di depan komputer. Artinya, mereka tidak banyak bergerak dan hanya duduk di dalam ruangan. 

Kegiatan seperti ini tentunya akan jarang mengeluarkan banyak tenaga dan kurang berjalan kaki. Terkadang, makanan ringan dan minuman kekinian sering menemani mereka saat bekerja. Kebiasaan ini berisiko masuk dalam sedentary level tinggi. 

Tips Mengurangi Kebiasaan Gaya Hidup Sedentary

Senior Manager Medical Underwriter Sequis, Fridolin Seto Pandu menganjurkan agar masyarakat modern mengurangi kebiasaan gaya hidup sedentary. Hal ini bisa dilakukan dengan melawan rasa malas untuk bergerak. Kemudian meningkatkan motivasi diri untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik. 

Ia menyarankan, pekerja menggunakan sisa waktu makan siang untuk melakukan aktivitas ringan. Salah satunya adalah berjalan kaki. Posisi duduk saat bekerja juga harus diperhatikan. Hindari posisi duduk yang dapat menyebabkan sakit leher dan punggung. 

Posisi ideal yang ideal saat duduk adalah mengusahakan postur tubuh dalam keadaan tegak. Posisi kaki juga harus selalu di lantai agar peredaran darah lebih lancar. Berdiam duduk dalam waktu yang panjang juga tidak dianjurkan. 

Ada baiknya melakukan peregangan tubuh sekitar 5-10 menit di sela-sela waktu kerja. Akan lebih baik jika setidaknya berolahraga sebanyak 3-4 kali dalam seminggu. Durasi olahraga minimal 30-40 menit agar tubuh tetap bugar. 

Jika gaya hidup semacam ini terus berjalan, risiko penyakit juga akan menggentayangi. Risiko penyakit tersebut di antaranya, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Tak hanya melakukan aktivitas fisik, para pekerja juga dianjurkan untuk memeriksa kesehatan mereka secara berkala. 

Sumber: Mediaasuransinews