NASA Dituding Bunuh Alien Mars 50 Tahun Lalu

Dapat Kabar – NASA dituding membunuh Alien secara tidak langsung. Hal itu dikaitkan dengan pendaratan wahana antariksa produksi Amerika Serikat, Viking 1 di planet Mars 50 tahun lalu. Tudingan tersebut disampaikan ilmuwan Jerman, Dirk Schulze-Makuch.

Menurut ilmuwan sekaligus peneliti Technicall University Berlin, Jerman itu keberhasilan Viking 1 ke Mars menimbulan persoalan. Saat itu, Viking dikirim Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk memotret kondisi permukaan dan mengungkap potensi kehidupan lain di planet itu.

“Viking memang berhasil memotret kondisi permukaan Mars yang saat itu sulit untuk dilakukan. Hanya saja untuk mengungkap potensi kehidupan lain di planet itu, Viking justru melakukan kesalahan,” kata Schulze-Makuch dilansir dari Daily Mail.

Kesalahan itu terjadi saat Viking mencoba meneliti keberadaan air di planet tersebut. Hanya saja Viking menambah kondisi air itu dengan air yang mereka bawa dari Bumi. Hal itu dianggap Dirk Schulze-Makuch adalah kesalahan yang membuat keberadaan kehidupan alien di Mars hilang.

Mungkin teorinya terdengar aneh. Sebagai argumen, Schulze-Makuch memberi contoh di gurun Atacama, Chili. Daerah ini dianggap memiliki kondisi yang mirip dengan Mars. Mikroba yang ada di Atacama tidak memerlukan hujan untuk bertahan hidup.

Mikroba tersebut akan mati ketika terlalu banyak air. Kehidupan di Mars telah beradaptasi dengan kondisi yang ada sehingga eksperimen Viking, yang melibatkan penambahan air ke sampel tanah, mungkin telah membuat mikroba potensial ini kewalahan. “Dampaknya menyebabkan mereka mati,” tandas Dirk Schulze-Makuch.

Berbeda dengan Schulze-Makuch, Norman Horowitz salah satu peneliti yang terlibat dalam misi Viking menyebutkan, dari foto-foto yang dikirim Viking ke Bumi terlihat Mars adalah sebuah planet tanpa air cair.

Dengan kata lain, tidak ada molekul organik atau lapisan ozon untuk melindungi permukaannya dari radiasi. Keterangan itu disampaikan dalam bukunya “To Utopia and Back”. Dalam buku tersebut Norman Horowitz tidak yakin adanya kehidupan di luar Bumi. Termasuk potensi manusia untuk tinggal di Mars.

Secara pasti, Norman Horowitz mengatakan Bumi menjadi satu-satunya habitat paling menjanjikan bagi kehidupan di luar Bumi di tata surya. Dia justru meminta semua bangun dari mimpi karena pada dasarnya, manusia sendirian. “Kita dan spesies lain di sini, sebenarnya saudara kita, yang berbagi Bumi dengan kita,” tulisnya.

Sumber: Okezone