Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin Mendorong Para Dokter Indonesia untuk Menimba Ilmu di Luar Negeri Melalui Beasiswa

Dapat Kabar – Dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan visi dan misi UU Kesehatan yang baru. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan fasilitas beasiswa kepada para dokter untuk menimba ilmu di luar negeri.

Menurut Menkes, pemerintah menyediakan 2.500 kuota beasiswa setiap tahun bagi dokter-dokter di Indonesia. Ia mengimbau para dokter untuk segera memanfaatkan kesempatan ini guna meningkatkan keilmuan mereka.

“Dalam hal ini, saya ingin menyampaikan kepada semua calon dokter yang ingin belajar kedokteran, spesialis, subspesialis, dan fellowship, segeralah mendaftar karena negara menyediakan 2.500 beasiswa per tahun. Termasuk di dalamnya adalah bagi para perawat dan perawat spesialis,” ujarnya dalam tayangan FMB9 ‘UU Kesehatan Transformasi Strategis bagi Indonesia’ di YouTube pada Senin (17/7/2023).

“Ini juga berlaku untuk studi di luar negeri. Biaya studi di luar negeri akan ditanggung, dan saya berencana untuk mengunjungi berbagai rumah sakit di luar negeri yang menyelenggarakan program fellowship. Saya akan berupaya meyakinkan agar dokter-dokter Indonesia dapat berpraktik di sana,” tambahnya.

Selain itu, Budi Gunadi Sadikin juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan Royal College of London untuk mengembangkan jalur pendidikan spesialis bagi para dokter di Indonesia.

“Kami berencana mengusulkan pendidikan spesialis yang tidak hanya berbasis universitas atau jalur pertama, tetapi juga jalur kedua atau kolegium berbasis rumah sakit. Kami telah mengunjungi Royal College of London. Mengapa? Karena semua dokter di seluruh dunia mengakui bahwa mereka adalah yang terbaik,” ucapnya.

“Kami akan pergi ke sana, melihat dan meniru bagaimana sistemnya. Kami bahkan meminta mereka (Royal College of London) untuk menjadi konsultan. Kami ingin membuat sistem serupa di Indonesia. Jika memungkinkan, kami juga ingin lulusan kami mendapatkan sertifikasi dari mereka. Dengan begitu, lulusan kami dapat bekerja langsung di negara-negara Persemakmuran seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Kami akan melakukan upaya lobbying,” tambahnya.

Lebih lanjut, Menkes mengungkapkan keinginannya agar Indonesia dapat menyelenggarakan acara khusus yang dapat mendatangkan dokter-dokter dari seluruh dunia.

“Kita akan membuat acara seperti Java Jazz, tetapi dalam bidang kedokteran. Kementerian Kesehatan akan membiayai dan mensponsori agar semua orang datang. Dengan demikian, kita akan menjadi pusat pengetahuan,” ungkapnya.

Dengan adanya program beasiswa dan kerja sama internasional ini, diharapkan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Sumber : detik.com