Kenali Terapi Garam Bantu Tangkal Polutan

Dapat Kabar – Terapi garam atau salt therapy menjadi salah satu cara untuk melindungi tubuh, terutama area pernapasan dari jahatnya polusi udara. Hal ini bahkan dilakukan oleh artis Nikita Willy untuk anaknya, Issa Xander Djokosoetono atau baby Izz.

Belakangan ini, polusi yang terjadi di Indonesia memang sangat berbahaya untuk kesehatan, apalagi untuk bayi. Terapi garam pun bisa jadi salah satu solusi untuk membersihkan sistem pernapasan dari paparan buruk polusi.

Metode tersebut merupakan salah satu pengobatan alami yang melibatkan garam kering untuk dihirup. Terapi biasanya dilakukan di ruangan yang nyaman dan banyak diterapkan untuk anak-anak.

Melansir dari Salt of the Earth, terapi ini dilakukan dengan tujuan agar partikel garam mikroskopis bisa terhirup oleh paru-paru. Terapi ini diyakini bisa membantu menenangkan berbagai kondisi kulit dan masalah pernapasan.

Pada tahun 1843, terapi ini pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Polandia, yakni Felix Boczkowski.

Kala itu, dia menemukan fakta bahwa dibandingkan dengan orang luar lainnya, orang-orang yang bekerja di tambang garam sangat sedikit mengalami masalah pernapasan.

Kejadian tersebut kemudian dihubungkan dengan aerosol garam yang dihirup para penambang. Saat para pekerja menambang garam, partikel garam berukuran mikro tersebar ke udara.

Partikel mikro ini sangat mudah terhirup oleh para penambang. Dari sinilah keyakinan bahwa garam memang baik untuk kesehatan, terutama saluran pernapasan pun muncul.

Dengan berjalannya waktu, tempat penambangan garam pun banyak yang disulap menjadi tempat pengobatan terapeutik. Bahkan beberapa negara, misalnya di Polandia, Rusia, Belarusia, Rumanisa, Azerbaijan, Armenia, Slovakia, dan Ukraina secara terang-terangan melakukan hal ini.

Sampai Institut Penelitian Sains Odessa di Ukraina mengembangkan perangkat Haloterapi pada 1980. Nama terakhir merupakan mesin penghancur garam yang hingga kini dikenal sebagai alat terapi garam modern.

Sebagai informasi, garam memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri alami. Setelah terhirup, garam akan membuat lendir di hidung dan sistem pernapasan mencair dan jadi lebih mudah dikeluarkan.

Saat lendir keluar, garam juga akan menarik patogen, kotoran, dan polutan yang sempat terhirup.

Selain itu, partikel garam juga bisa merangsang pergerakan silia alami di tubuh. Silia bisa membantu menjaga saluran pernapasan tetap bersih dari lendir dan kotoran.

Sumber: CNN Indonesia