Jangan Pipis di Kolam! Bisa Memicu Risiko Infeksi Saluran Kemih

Dapat Kabar – Pipis di kolam renang memang menjadi hal yang menjijikkan. Meskipun begitu, kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa masih ada beberapa orang yang melakukannya.

Tidak heran jika kebersihan di kolam renang umum sering kali diragukan. Urine dari kandung kemih dapat membawa bakteri dari uretra atau alat kelamin ketika dikeluarkan.

Bakteri-bakteri ini, seperti yang ada di kulit atau mulut Anda, umumnya dianggap tidak berbahaya. Sebagian besar kolam renang juga dilengkapi dengan klorin dan bahan kimia lainnya untuk mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang lain.

Namun, klorin dapat bereaksi dengan segala sesuatu yang keluar dari tubuh Anda, termasuk keringat, urine, kotoran, dan ribuan mikroba yang hidup di kulit Anda.

Ketika hal ini terjadi, terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan penurunan jumlah klorin yang seharusnya digunakan untuk membunuh kuman, dan terbentuklah kloramin.

Kloramin dapat menyebabkan iritasi kulit dan rasa gatal. Bau kimia yang biasa dikaitkan dengan klorin juga sering kali disebabkan oleh keberadaan kloramin.

Namun, kolam renang yang bersih seharusnya tidak berbau seperti bahan kimia. Jika Anda mencium bau klorin yang kuat, kemungkinan besar kolam tersebut penuh dengan kloramin, urine, dan produk sampingan lainnya.

Peningkatan jumlah urine akan menyebabkan peningkatan kloramin, dan kloramin tersebut dapat berdampak buruk pada kulit dan mata.

Jika Anda menderita asma, bahan kimia yang terdapat dalam kolam renang dapat memicu masalah pernapasan, bahkan tanpa adanya urine.

Bahaya dari pipis di kolam renang tidak hanya merugikan orang lain. Jika Anda pipis di kolam renang, Anda juga berisiko mengalami infeksi saluran kemih.

Bakteri-bakteri yang masuk ke sistem kemih dapat menyebabkan infeksi. Gejala infeksi saluran kemih meliputi rasa sakit di perut atau punggung bagian bawah, inkontinensia urin, sering buang air kecil dan nyeri, serta rasa panas atau adanya darah dalam urine Anda.

Untuk mencegah hal ini terjadi, penting untuk mandi sebelum dan sesudah berenang. Pastikan kebersihan alat kelamin Anda dan hindari buang air kecil saat masih mengenakan pakaian renang.

Meskipun kolam renang telah menggunakan klorin, hal tersebut tidak menjamin Anda bebas dari risiko infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, pastikan juga kolam renang tersebut mendapatkan perawatan rutin dan desinfeksi yang memadai.

Dengan menjaga kebersihan kolam renang dan menghindari perilaku yang tidak sehat seperti pipis di kolam, kita dapat menikmati berenang dengan aman dan melindungi kesehatan kita serta orang lain.

Sumber : kompas.com