Jangan Makan Mi Instan dan Nasi Bersamaan Lagi, Bisa Picu Obesitas

Dapat Kabar – Makan mi instan bersama telur dan nasi dapat memicu obesitas. Pasalnya, mi instan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Tak jarang juga makanan instan tersebut disantap bersama nasi layaknya lauk. 

EM Yunir selaku Pengurus Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) serta Dokter spesialis penyakit dalam sub endokrin, mengatakan makan mi pakai telur dan nasi cukup berbahaya. Sebab makanan ini memiliki kalori tinggi dan bisa menyebabkan obesitas.

“Mi dan telur saja kalorinya sudah hampir 500, ada sekitar 496 kkal. Ditambah nasi misal satu centong perkiraan ada 100 gram, berarti sudah 200 kkal. totalnya hampir 700 kkal sekali makan,” kata Yunir dalam konferensi pers yang digelar secara daring oleh PB IDI, Senin (10/7).

Kebutuhan kalori manusia dalam 24 jam itu hanya sekitar 1600-1700 kalori saja. Hal ini berarti saat makan mi instan dengan telur dan nasi sudah hampir 50 persen kebutuhan kalori terpenuhi.

“Bahayanya lagi, campuran ini dimakan malam hari sebelum tidur. Nah pas siang itu makan sudah memenuhi kebutuhan kalori. Jadi lemak dong bukan energi, makanya bisa memicu obesitas,” kata dia.

Tak hanya itu, Yunir juga menyinggung kebiasaan orang Indonesia yang berpegang teguh pada istilah ‘belum makan kalau belum makan nasi’.

Nyatanya, orang tersebut sudah makan berbagai cemilan yang cukup berat, misalnya bakso, mi ayam, batagor atau makanan lainnya.

Kebiasaan ini juga bisa memicu obesitas yang kini memang tengah menghantui orang Indonesia. Kebiasaan buruk lainnya adalah pemasukan (kalori) tidak sesuai dengan pengeluaran.

Dengan kata lain, makan banyak namun energi yang dikeluarkan sedikit malah kadang cenderung tidak ada. Hal ini dipermudah dengan membeli makanan melalui aplikasi belanja online.

“Kita tahu bahwa sekarang sangat mudah membeli makanan. Semua jenis makanan bisa diorder melalui online. Dari dalam kamar saja sudah bisa pesan makanan,” katanya.

Kemudahan membeli makanan tanpa harus mengeluarkan banyak energi bisa jadi salah satu pemicu obesitas makin marak di Indonesia.

Ia menyarankan agar masyarakat jangan terlalu terlena dengan segala bentuk kemudahan yang saat ini berkembang pesat.

“Sebaiknya pemasukan makanan harus seimbang dengan energi yang dikeluarkan. Bukan berarti tidak boleh jajan online, tapi Anda juga harus banyak bergerak dan perhatikan setiap asupan,” katanya.

Sumber: CNN Indonesia