Hati-Hati Potensi Karhutla Karena Titik Panas Di Indonesia, Bikin Kerugian Triliunan!

Dapat Kabar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kering, sambil mengingatkan akan pengalaman kerugian triliunan Rupiah akibat titik-titik panas (hotspot) di masa lalu.

Dalam prediksi musim kemarau tahun ini, BMKG mengungkapkan bahwa kombinasi fenomena iklim El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) dapat menyebabkan kekeringan yang serupa dengan apa yang terjadi pada tahun 2019.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karmawati, titik-titik panas (hotspot) kemungkinan akan muncul di Kalimantan bagian barat, selatan, tengah, dan timur, serta di sejumlah wilayah lain seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Palembang, sebagian Jawa, Nusa Tenggara, Ambon, dan Papua bagian selatan. Pengalaman tahun 2019 menunjukkan betapa seriusnya dampak karhutla ini, dengan kerugian mencapai Rp77 triliun menurut Bank Dunia.

BMKG juga memprediksi curah hujan yang sangat rendah, kurang dari 30 persen, yang mengindikasikan kekeringan. Daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan ini meliputi sebagian besar wilayah Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, dan Bali. Situasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga September dan mempengaruhi hampir seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Juru Kampanye Pantau Gambut, LSM yang peduli dengan kelestarian lahan gambut, telah mengidentifikasi Kalimantan sebagai pulau dengan risiko tinggi terjadinya karhutla. Di antara provinsinya, Kalimantan Tengah merupakan yang paling rentan, dengan luas hutan gambut yang berpotensi terbakar mencapai 1,2 juta hektar. Wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) juga terancam, dengan 119 ribu hektar lahan gambut yang berisiko terbakar.

Untuk menghadapi ancaman ini, diperlukan langkah-langkah pencegahan, pengawasan, dan penanganan yang lebih intensif. Selain melindungi hutan dan lahan yang berharga, tindakan ini juga bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan memperhatikan peringatan dari BMKG, penting bagi kita semua untuk menjaga kelestarian lingkungan dan bekerja sama dalam melawan karhutla. Kita perlu berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga Indonesia tetap hijau dan aman dari ancaman kebakaran.

Sumber : cnnindonesia.com