Dugaan Kebocoran Data Bjorka Kembali Muncul: Benarkah Ini Bjorka yang Sama?

Dapat Kabar – Kabar tentang kemunculan dugaan kebocoran data oleh sosok bernama Bjorka kembali menghebohkan. Namun, para pakar mengakui kesulitan dalam memastikan apakah ini benar-benar Bjorka yang sama seperti yang dikenal pada tahun 2022. Yang pasti, kebocoran data pribadi masih terus terjadi.

Pada tahun lalu, banyak dugaan kebocoran data terjadi di Indonesia yang dilakukan oleh sosok anonim yang dikenal dengan panggilan Bjorka. Ia berhasil membocorkan data registrasi SIM card, Tokopedia, IndiHome, hingga surat-surat untuk Presiden.

Media pengungkapan kebocoran data tersebut meliputi situs marketplace hacker BreachForums, kanal Telegram, dan akun Twitter. Namun, ketiga jalur tersebut telah berhasil ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Setelah pengesahan UU Perlindungan Data Pribadi, kemunculan Bjorka semakin berkurang hingga akhirnya menghilang. Meskipun banyak yang mengaku sebagai Bjorka di media sosial, namun identitas sebenarnya tidak terkonfirmasi.

Kini, sosok yang mengklaim sebagai Bjorka muncul kembali dengan aksinya yang terbaru, yaitu membocorkan 34 juta paspor melalui sebuah blog. Dia memberikan sampel data sebanyak 1 juta.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Ditjen Imigrasi Kemenkumham sedang menyelidiki dugaan kebocoran data ini. Namun, hasil sementara menunjukkan adanya perbedaan struktur data antara data yang beredar dengan data yang ada di Pusat Data Nasional.

Pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, meyakini bahwa sosok yang muncul kali ini adalah Bjorka yang sama seperti sebelumnya. Hal ini terlihat dari domain yang digunakan untuk membocorkan data paspor tersebut. Namun, pakar forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkapkan bahwa kemungkinan ini bisa saja menjadi peretas yang mencatut nama Bjorka.

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, juga mengakui bahwa tidak dapat dipastikan apakah laman blog tersebut benar-benar dimiliki oleh Bjorka atau hanya upaya seseorang untuk mencari keuntungan dengan pura-pura menjadi Bjorka. Meskipun demikian, Pratama menilai ada kemungkinan bahwa Bjorka yang asli membuat blog tersebut sebagai media informasi dan promosi dari data yang telah diperolehnya.

Misteri kebocoran data yang terus terjadi ini menunjukkan pentingnya perlindungan data pribadi bagi masyarakat. Diperlukan langkah-langkah yang lebih ketat dalam menjaga keamanan dan privasi data agar tidak jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

Sumber : cnnindonesia.com