Co-founder Twitter Membuat Prediksi Mengejutkan: Twitter Akan Hilang Relevansinya seperti Yahoo atau Myspace

Dapat Kabar – Evan Williams, salah satu pendiri Twitter, tampaknya kurang yakin dengan cara Elon Musk memimpin perusahaan yang mereka dirikan. Bahkan, Williams meramalkan bahwa Twitter akan kehilangan relevansinya seperti halnya Yahoo atau Myspace.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Williams mengungkapkan bahwa pada awalnya ia melihat ide Elon Musk untuk mengambil alih Twitter sebagai sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Namun, begitu akuisisi tersebut selesai, ia mengaku merasa sedih.

“Saya pikir dia belum melakukannya dengan benar,” kata Williams seperti yang dilansir oleh Bloomberg pada Sabtu (10/6/2023). “Saya pikir dia brilian, tapi tidak ada seorang pun yang brilian dalam segala hal,” tambahnya.

Dalam wawancara yang sama, Jason Goldman, mantan Wakil Presiden Produk Twitter, bahkan memberikan komentar yang lebih tajam. Ia mengkritik pendekatan Musk terhadap topik seperti bot dan ‘perang budaya’, mengatakan bahwa pendekatan tersebut lebih didasarkan pada preferensi pribadi daripada pada tujuan terbaik untuk Twitter.

Williams dan Goldman yakin bahwa Twitter sudah berada di jalur yang tepat di bawah kepemimpinan sebelumnya. Dalam laporan keuangan terakhir sebagai perusahaan publik, Twitter berhasil meraup pendapatan sebesar USD 1,18 miliar, meskipun mengalami kerugian sebesar USD 270 juta.

Sejak Musk mengambil alih, Twitter telah kehilangan lebih dari setengah pendapatan iklannya karena merek-merek tidak lagi percaya bahwa platform media sosial ini mampu menghapus konten yang berisi kekerasan, pornografi, dan kebencian. Twitter juga sering mengalami masalah teknis, termasuk saat peluncuran kampanye Gubernur Florida, Ron DeSantis, sebagai calon presiden.

Williams mengatakan bahwa ada kemungkinan Musk berhasil mengubah Twitter menjadi platform yang lebih baik. Namun, ia khawatir bahwa Twitter sebagai merek akan mengalami perubahan yang abadi.

Ia memprediksi bahwa masa depan Twitter akan mirip dengan Yahoo atau Myspace. Meskipun kedua platform tersebut masih ada, nilai mereknya telah menurun dan tidak lagi sebesar masa kejayaannya.

“Saya berpikir pemulihan merek akan menjadi jauh lebih sulit, dan sekarang merek tersebut sangat terikat dengan Elon,” ujar Williams.

Sumber : detik.com