Fatwa MUI Sebut Al-Zaytun Sesat dan Komunis, Cholil Nafis: Informasi dari Mana?

al zaytun

dapatkabar.com,- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Ukhuwah dan Dakwah Muhammad Cholil Nafis, memberikan respons mengenai pernyataan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang soal adanya fatwa MUI terkait Pesantrennya yang sesat dan komunis.

Cholil Nafis menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa seperti yang diucapkan Panji Gumilang.

“MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tentang ponpes tersebut atau Panji Gumilang,” ujar Cholil dalam keterangannya (28/6/2023).

Cholil Nafis memberikan penjelasan bahwa pihaknya baru mengeluarkan fatwa pada 13 Juni 2023 mengenai Khotib wanita.

“Baru tanggal 13 Juni 2023 fatwa tentang khotib wanita. Surat MUI dibalas, tidak bisa menerima tim MUI karena sampe 2023 akhir sibuk dengan kegiatan,” tegasnya.

Pernyataan yang diutarakan Panji Gumilang kemudian dibalikkan oleh Cholil Nafis yang mempertanyakan darimana sumber Panji Gumilang menyebut MUI telah mengeluarkan fatwa. Karena sumber yang diutarakan tidak ada buktinya.

“Panji Gumilang dapat info atau baca fatwa MUI di mana? Yang sudahmengharamkan itu LBM PW NU Jabar,” tegasnya.

Sebelumnya, Pimpinan Ma’had Al Zaytun, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, pernah memberikan jawaban atas stigma yang telah berkembang luas di masyarakat yang menyebut Ma’had Al Zaytun (MAZ) mengajarkan aliran sesat. 

Namun Panji Gumilang membantah bahwa ajaran di ponpes tersebut justru menggunakan kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan yang semua jenjang pendidikan mendapatkan akreditasi A unggul.

Sementara itu terkait soal pelaksanaan sholat Id di Ma’had Al Zaytun yang terdapat wanita di barisan depan atau pada shaf jamaah laki-laki, menurut Panji Gumilang, dirinya mengedepankan fiqih sosial mengangkat harkat martabat wanita. 

 

Masih banyak kabar simpang siur yang mengelilingi Pondok Pesantren tersebut, tentu banyak yang pro dan kontra menanggapi hal tersebut. Kasus ini dimulai dari adanya kontroversi pelaksanaan shalat Ied di Pondok Pesantren Al-Zaytun yang barisan shalatnya berjarak dan terdapat wanita di barisan depan atau pada shaf jamaah laki-laki. 

Sumber: fajar.co.id