5 Tips Orang Tua Untuk Membantu Kesuksesan Anak di Masa Depan!

Dapat KabarPendidikan berkualitas dan mahal sering kali dianggap sebagai jalan menuju kesuksesan anak di masa depan. Namun, tahukah Anda bahwa faktor penentu kesuksesan seorang anak tidak hanya terletak pada biaya akademis yang tinggi?

Menurut psikolog anak dan ahli parenting, Michele Borba, terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kesuksesan anak di masa depan. Salah satu kemampuan utama yang dapat mendukung kesuksesan tersebut adalah ketekunan.

“Dalam penelitian saya, saya menemukan bahwa ketekunan merupakan soft skill yang paling membedakan anak-anak yang memiliki motivasi tinggi dengan mereka yang mudah menyerah,” ungkap Borba, seperti yang dilansir pada hari Minggu (7/5/2023).

Borba menjelaskan bahwa anak-anak yang memiliki ketekunan dan kegigihan cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Mereka yakin bahwa usaha yang mereka lakukan akan menghasilkan hasil yang baik. Oleh karena itu, anak-anak tersebut tetap termotivasi untuk bekerja keras dan menyelesaikan apa yang telah mereka mulai, meskipun dihadapkan pada banyak kendala dalam prosesnya.

Untuk membantu anak mengembangkan kemampuan tersebut, tugas orang tua adalah mendorong mereka untuk mengembangkan sifat-sifat yang akan membantu meraih kesuksesan. Berikut ini adalah lima cara yang dapat dilakukan oleh ayah dan bunda, seperti yang disarankan oleh Borba, untuk membantu anak-anak mereka mengembangkan ketekunan.

1. Latih Anak agar Mandiri

Borba menyarankan agar orang tua tidak terlalu sering membantu anak dalam melakukan hal-hal yang sebenarnya dapat mereka lakukan sendiri. Mengajarkan anak untuk mandiri sejak dini merupakan langkah penting.

Sebagai penulis buku “Thrivers: The Surprising Reasons Why Some Kids Struggle and Others Shine“, Borba menjelaskan bahwa setiap kali orang tua melakukan sesuatu untuk anak, anak akan semakin bergantung pada mereka dan tidak terbiasa untuk mandiri.

2. Validasi Perasaan Anak

Ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda keputusasaan, hal tersebut mungkin disebabkan oleh kesulitan dalam menemukan solusi atas suatu masalah. Jika hal ini terjadi, penting bagi orang tua untuk memvalidasi perasaan anak dengan mengakui bahwa perasaan tersebut adalah hal yang normal. Ajaklah mereka untuk istirahat agar perasaan mereka dapat menjadi lebih tenang.

Setelah itu, bantu anak untuk mengidentifikasi kesalahan yang menghalangi mereka dalam mencapai tujuan. Setelah masalah tersebut terungkap, bantulah anak untuk fokus dalam mengatasi masalah tersebut.

3. Latih Anak agar Tidak Mudah Putus Asa

Langkah pertama yang harus diambil oleh orang tua dalam mengembangkan sifat ketekunan anak adalah menjauhkannya dari faktor-faktor yang dapat membuat mereka mudah putus asa dan kurang tekun.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua, seperti tidak memberikan tekanan kepada anak untuk selalu mencapai hasil yang

sempurna, menghargai usaha yang mereka lakukan (bukan hanya hasilnya), mengajarkan anak bahwa kesuksesan hanyalah sesaat, serta memahami kemampuan anak dengan baik.

4. Apresiasi Usaha Anak

Menurut seorang psikolog dari Stanford, Carol Dweck, kecerdasan anak cenderung tidak bertahan lama jika mereka hanya dipuji atas kecerdasan mereka. Sebaliknya, anak akan lebih termotivasi dan terus berusaha keras ketika usaha dan kerja keras mereka dipuji.

Menurut Carol, memberikan pujian atas usaha yang anak lakukan, bukan hanya hasil yang diperoleh, dapat mengembangkan sifat ketekunan pada anak. Selain itu, ketika usaha anak dipuji, mereka akan terdorong untuk mencapai kesuksesan tanpa mengharapkan hadiah sebagai imbalannya.

5. Berikan Waktu Istirahat bagi Anak

Jika anak terlihat ingin menyerah atau lelah saat sedang mengerjakan sesuatu, ajaklah mereka untuk membagi waktu antara istirahat dan aktivitas yang sedang mereka lakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan timer untuk mengatur berapa lama mereka dapat beraktivitas.

Tujuan dari cara ini adalah agar anak dapat memahami bahwa bekerja hingga kelelahan bukanlah hal yang baik. Jelaskan pada anak bahwa mereka hanya perlu fokus pada aktivitas tersebut sampai waktu yang ditentukan habis. Setelah itu, mintalah mereka untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas dengan mengatur ulang timer. Dengan cara ini, fokus anak akan menjadi lebih mudah terbagi.

Dalam mengembangkan ketekunan pada anak, peran orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar. Dengan memberikan dukungan, panduan, dan lingkungan yang mendukung, orang tua dapat membantu anak-anak mereka menjadi pribadi yang tekun dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Sumber : cnbcindonesia.com